Senin, 07 Mei 2012


Anisa Jatus Anafauziah
10305144017
www.Anisa-jatus.anafauziah.blogspot.com

Mereka Yang Hebat Sebelum Kita

Buku Men of Mathematics karya E.T BELL berisi seluk beluk kehidupan beberapa matematikawan dunia. Misalnya, buku ini menceritakan kapan dan dimana isac Newton lahir, bagaimana keadaan keluarga Newton, bagaimana riwayat pendidikan Newton, Newton mendalami bidang apa dalam matematika dan sebagainya. Berikut beberapa hal yang diceritakan buku tersebut.
Para matematikawan dahulu memang sangat hebat, mereka mempunyai pemikiran yang modern walaupun mereka sedang hidup di zaman yang bias dibilang kuno. Salah satu matematikawan hebat pada zaman kuno adalah Archimedes (287-212 B.C.). Selain Archimedes ada Zeno,Euclid, Eudoxus,Cantor dan Brouwer.
Rene Descartes adalah matematikawan yang lahir di Prancis 31 Maret 1596. Descrates adallah anak ketiga dan anak terakhir dari istri pertama ayahnya. Descartes adalah seorang yang religious dan pemberani. Piere de Fermat adalah matematikawan hebat abad ke-tujuhbelas. Fermat (1601-1665). Fermat banyak menemukan temuan-temuan matematika seperti bilangan prima, kalkulus turunan dan yang paling terkenal adalah teorema Fermat.
Manusia adalah makhluk yang tak luput dari kesalahan. Begitu juga Blaise Pascal, walaupun dia seseorang yang hebat dalam matematika, dia juga pernah melakukan hal yang tidak baik, seperti mabuk-mabukan. Pada  umur tujuhbelas tahun Pascal adalah ahli ilmu ukur. Salah satu hal terkenal dari paskal adalah segitiga paskal.
Newton menganggap bahwa dirinya hanya seorang anak kecil yang menemukan pasir dan karang yang lebih cantik dari biasanya padahal ada hal besar diluar sana yang belum dia temukan .namun menurut generasi penerusnya bahwa newton adalah orang jenius yang berbeda dari orangg kebanyakan. Isac Newton lahir pada hari natal 1642 dari keuarga petani. Newton lahir premature, sehingga saat dia lahir keadaanya sangat lemah.
Pendidikan awal Newton berawal dari sekolah desa disekitar desa tempat tinggalnya. Lalu menurut pada saran pamannya dia masuk ke sekolah tata bahasa Grantham. Lalu karna dia paman dan kepala sekolah mengetahui kehebatan Newton, maka dia dimasukan ke Cambridge. Newton menemukan beberapa teorema dalam ilmu matematika. Salahsatunya adalah Teorema fundamental kalkulus , newton mengatakan bahwa terdapat hubungan atau ‘kebalikan’ antara kalkulus integral dan kalkulus diferensial. 
Seorang matematikawan, Leibniz (1646-1716), adalah seorang pedagang hebat. Dia selalu beroptimis untuk menjual habis dagangannya. Hal inilah yang membuat dirinya pantang menyerah, tak terkecuali saat mendalami matematika. Newton bersama Leibniz mendalami bidang kalkulus.
            Mungkin kehebatan yang dimiliki seseorang berasal dari unsure genetic yang mereka miliki (keturunan). Hal ini terbukti pada kedelapan matematikawan dari tiga generasi berbeda. Ternyata mereka berdelapan memiliki hubungan kekerabatan. Mereka adalah keluarga Bernoullis, dan mereka sama-sama berkecimpung dibidang kalkulus.
Gauss lahir di Brunswick, Jerma 1777. Gauss lahir ditengah keluarga miskin. Kakek Gauss (dari ayahnya) bekerja sebagai tukang kebun sedangkan kakek dari bu bekerja sebagai perancah batu. Paman Gauss (dari ibunya) adalah orang yang cerdas, Friedrich, dia memahami kehebatan otak Gauss. Dia mengajarkan Gauss logika. Dengan cepat Gauss dapat menangkap apa yang pamannya ajarkan. Berbeda dengan Archimedes atau Newton, Gauss menonjol sejak muda usia.
Umur 7 tahun, Gauss dikirim ke sekolah lokal, setelah memasuki pelajaran aritmatika, bakatnya mulai muncul.  Dengan cepat Gauss menguasai teorema Binomial. Gauss adalah orang yang menemukan tentang modulo. Pada usia dua belas tahun, Gauss merasakan keanehan dalam konsep geometri Euclid. Pada usia 16 tahun ia mendpatkan gambaran tentang geometri yang lain dari geometri Euclid. Salah seorang teman baiknya di universitas adalah Wolfgang Bolyai, bangsawan Hongaria yang kelak anak lakinya [Janos Bolyai] menemukan geometri non-Euclidian.
Selain nama nama matematikawan diatas buku man of mathematics ini juga menceritakan kehidupan dan penemuan matematikawan lain. Seperti, Euler, Lagrange, Laplace, Monge, Poncelet, Cauchy, Lobatchewsky ,Abel, Jacobi, Hamilton dan seterusnya. Dari buku ini dapat diambil kesimpulan, bahwa para matematikawan memiliki latar belakang keluarga pendidikan dan pekerjaan yang berbeda-beda tetapi mereka mempunyai satu persamaan yaitu sama-sama pekerja keras dan tak pantang menyerah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar