Anisa Jatus Anafauziah
10305144017
www.Anisa-jatus.anafauziah.blogspot.com
Mereka Yang Hebat Sebelum Kita
Buku Men of Mathematics karya E.T
BELL berisi seluk beluk kehidupan beberapa matematikawan dunia. Misalnya, buku
ini menceritakan kapan dan dimana isac Newton lahir, bagaimana keadaan keluarga
Newton, bagaimana riwayat pendidikan Newton, Newton mendalami bidang apa dalam
matematika dan sebagainya. Berikut beberapa hal yang diceritakan buku tersebut.
Para matematikawan dahulu memang
sangat hebat, mereka mempunyai pemikiran yang modern walaupun mereka sedang
hidup di zaman yang bias dibilang kuno. Salah satu matematikawan hebat pada
zaman kuno adalah Archimedes (287-212 B.C.). Selain Archimedes ada Zeno,Euclid,
Eudoxus,Cantor dan Brouwer.
Rene Descartes adalah matematikawan
yang lahir di Prancis 31 Maret 1596. Descrates adallah anak ketiga dan anak
terakhir dari istri pertama ayahnya. Descartes adalah seorang yang religious
dan pemberani. Piere de Fermat adalah matematikawan hebat abad ke-tujuhbelas.
Fermat (1601-1665). Fermat banyak menemukan temuan-temuan matematika seperti
bilangan prima, kalkulus turunan dan yang paling terkenal adalah teorema
Fermat.
Manusia adalah makhluk yang tak luput
dari kesalahan. Begitu juga Blaise Pascal, walaupun dia seseorang yang hebat
dalam matematika, dia juga pernah melakukan hal yang tidak baik, seperti
mabuk-mabukan. Pada umur tujuhbelas
tahun Pascal adalah ahli ilmu ukur. Salah satu hal terkenal dari paskal adalah
segitiga paskal.
Newton menganggap bahwa dirinya hanya
seorang anak kecil yang menemukan pasir dan karang yang lebih cantik dari
biasanya padahal ada hal besar diluar sana yang belum dia temukan .namun
menurut generasi penerusnya bahwa newton adalah orang jenius yang berbeda dari
orangg kebanyakan. Isac Newton lahir pada hari natal 1642 dari keuarga petani.
Newton lahir premature, sehingga saat dia lahir keadaanya sangat lemah.
Pendidikan awal Newton berawal dari
sekolah desa disekitar desa tempat tinggalnya. Lalu menurut pada saran pamannya
dia masuk ke sekolah tata bahasa Grantham. Lalu karna dia paman dan kepala
sekolah mengetahui kehebatan Newton, maka dia dimasukan ke Cambridge. Newton
menemukan beberapa teorema dalam ilmu matematika. Salahsatunya adalah Teorema
fundamental kalkulus , newton mengatakan bahwa terdapat hubungan atau ‘kebalikan’
antara kalkulus integral dan kalkulus diferensial.
Seorang matematikawan, Leibniz
(1646-1716), adalah seorang pedagang hebat. Dia selalu beroptimis untuk menjual
habis dagangannya. Hal inilah yang membuat dirinya pantang menyerah, tak
terkecuali saat mendalami matematika. Newton bersama Leibniz mendalami bidang
kalkulus.
Mungkin kehebatan yang dimiliki
seseorang berasal dari unsure genetic yang mereka miliki (keturunan). Hal ini
terbukti pada kedelapan matematikawan dari tiga generasi berbeda. Ternyata
mereka berdelapan memiliki hubungan kekerabatan. Mereka adalah keluarga
Bernoullis, dan mereka sama-sama berkecimpung dibidang kalkulus.
Gauss lahir di Brunswick, Jerma 1777.
Gauss lahir ditengah keluarga miskin. Kakek Gauss (dari ayahnya) bekerja sebagai tukang kebun
sedangkan kakek dari bu bekerja sebagai perancah batu. Paman Gauss (dari
ibunya) adalah orang yang cerdas, Friedrich, dia memahami kehebatan otak Gauss.
Dia mengajarkan Gauss logika. Dengan cepat Gauss dapat menangkap apa yang
pamannya ajarkan. Berbeda dengan Archimedes atau Newton, Gauss menonjol sejak
muda usia.
Umur 7 tahun,
Gauss dikirim ke sekolah lokal, setelah memasuki pelajaran aritmatika, bakatnya
mulai muncul. Dengan cepat Gauss
menguasai teorema Binomial. Gauss adalah orang yang menemukan tentang modulo.
Pada usia dua belas tahun, Gauss merasakan keanehan dalam konsep geometri
Euclid. Pada usia 16 tahun ia mendpatkan gambaran tentang geometri yang lain
dari geometri Euclid. Salah seorang teman baiknya di universitas adalah
Wolfgang Bolyai, bangsawan Hongaria yang kelak anak lakinya [Janos Bolyai] menemukan
geometri non-Euclidian.
Selain nama
nama matematikawan diatas buku man of mathematics ini juga menceritakan
kehidupan dan penemuan matematikawan lain. Seperti, Euler, Lagrange, Laplace,
Monge, Poncelet, Cauchy, Lobatchewsky ,Abel, Jacobi, Hamilton dan seterusnya.
Dari buku ini dapat diambil kesimpulan, bahwa para matematikawan memiliki latar
belakang keluarga pendidikan dan pekerjaan yang berbeda-beda tetapi mereka
mempunyai satu persamaan yaitu sama-sama pekerja keras dan tak pantang
menyerah.